Penerbit KBM
TUNNEL FISH DRYER : Bakar Batu sebagai Cadangan Panas
NAMA PENULIS : Pither Yesend Boimau, S.TP., M.Si.
ISBN : Proses
JUMLAH HALAMAN :74 Halaman
UKURAn : 15,5 x 23 CM
SINOPSIS : Pengeringan ikan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pengolahan hasil perikanan yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap listrik atau energi fosil lainnya. Meskipun demikian, proses pengeringan ikan secara tradisional seringkali memerlukan waktu yang cukup lama, energi yang besar, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk menemukan solusi alternatif yang lebih efisien, hemat energi, dan lebih ramah lingkungan.
Melalui buku ini, saya ingin memperkenalkan Tunnel Fish Dryer Bakar Batu sebagai salah satu solusi teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Teknologi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memanfaatkan energi terbarukan yang dapat diperoleh dari alam sekitar, seperti batu yang dibakar. Penggunaan batu bakar untuk menghasilkan panas dalam proses pengeringan ikan memberikan keuntungan dari segi efisiensi energi, pengurangan biaya operasional, serta peningkatan kualitas produk akhir.
Sebagai salah satu negara kepulauan dengan banyak daerah pesisir, Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh para nelayan dan pembudidaya ikan adalah teknologi pengolahan hasil perikanan yang seringkali memerlukan biaya yang tinggi, terutama terkait dengan penggunaan bahan bakar untuk pengeringan ikan. Teknologi ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan alternatif pengolahan yang lebih hemat biaya dan lebih efisien, khususnya untuk daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap sumber energi konvensional.
Ready Stock (1 unit)
Ulasan Pembeli (0)
Belum ada ulasan untuk produk ini. Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Tulis Ulasan
Bagikan pengalaman Anda tentang produk ini untuk membantu pembeli lain.
